Nyamuk  DBD Aedes Aegypty

 

Nyamuk  Aedes Aegypti

Asal muasal nyamuk DBD atau nyamuk aedes masih misteri yang belum terungkap hingga  saat ini. sebab bila di teliti di dunia ini ada bermacam jenis nyamuk yang  bila di golongan  dalam klasifikasi ilmiah si serangga  nakal ini termasuk genus aedes pada kuturunan  aedes aegypti. yang mana di dunia ini banyak sekali aedes, tapi  kenapa si aktor utamanya adalah aedes aegipty   si pembawa virus dengue.

Sebelum kita membahas nyamuk  ada baiknya kita membahas aktor utama ini  saat mulai dari  telur hingga menjadi nyamuk  dewasa.

Telur

Umumnya Telur  diletakkan pada bagian yang berdekatan dengan permukaan air atau menempel pada permukaan benda yang terapung.

larva

 Larva Aedes aegepty membentuk sudut dan terdapat alat untuk menghisap oksigen.texture lebih panjang daripada nyamuk lainnya.

Jentik

Jentik nyamuk Aedes Aegypti memiliki rambut abdomen dan pada stadium ini. Tubuh jentik membentuk sudut   sebagai  alat untuk menghisap oksigen

 Pupa

Pupa merupakan stadium terakhir dari nyamuk yang berada di dalam air. Pada stadium ini tidak memerlukan makanan dan terjadi pembentukan sayap sehingga dapat terbang. Stadium kepompong memakan waktu lebih kurang satu sampai dua hari. Pada fase ini nyamuk membutuhkan waktu 2-5 hari

pupa tidak akan makan apapun dan akan keluar dari larvase belum  menjadi nyamuk utuh .Stadium pupa berada dibawah permukaan air dengan melingkarkan badannya. Ekor pupa agak lurus dengan kepala melingkar dan menempel dibadannya namun tidak bertemu dengan ekor

Ciri morfologi yang khas yaitu memiliki tabung atau terompet pernafasan yang berbentuk segitiga. Setelah berumur 1 – 2 hari, pupa menjadi nyamuk dewasa (jantan atau betina). Pada pupa terdapat kantong udara yang terletak diantara  2 bakal sayap.

Nyamuk Dewasa

Nyamuk Aedes aegypti jantan hanya manghisap cairan tumbuh-tumbuhan atau sari bunga untuk keperluan hidupnya, dan nyamuk jantan hanya tertarik pada cairan mengandung gula seperti pada kebanyakan bunga. Para peliti tidak banyak mengulas panjang lebar  tentang “jantan” ini.  

Adapun yang betina menghisap darah. Nyamuk betina lebih menyukai darah manusia daripada darah binatang. Darah diperlukan untuk pemasakan telur agar jika dibuahi oleh sperma nyamuk jantan, telur yang dihasilkan dapat menetas.

Nyamuk betina menghisap darah dan tiga hari kemudian akan bertelur sebanyak kurang lebih 100 butir. Nyamuk akan menghisap darah setelah 24 jam kemudian dan siap bertelur lagi. Setelah menghisap darah, nyamuk ini beristirahat di dalam atau terkadng  di luar rumah berdekatan dengan tempat perkembangbiakannya. Tempat hinggap yang disenangi adalah benda-benda tergantung seperti kelambu, pakaian, tumbuh-tumbuhan, di tempat ini nyamuk menunggu proses pemasakan telur.

Perilaku menggigit nyamuk aedes aegypti

Nyamuk betina lebih menyukai darah manusia (anthropophilic) daripada darah binatang , nyamuk ini memiliki kebiasaan menghisap darah pada jam 08 pagi-12 siang  dan sore hari antara 3-5 sore. Malam harinya lebih suka bersembunyi di sela-sela pakaian yang tergantung atau gorden, terutama di ruang gelap atau lembab. Mereka mempunyai kebiasaan menggigit berulang kali. Umumnya si betina  memang tidak suka air kotor seperti air got atau lumpur kotor tapi hidup di dalam dan di sekitar rumah

Tempat istirahat

Pada malam hari setelah menggigit dan selama menunggu waktu pematangan telur, sepasang betina dan jantan  beristirahat di dalam rumah pada benda-benda yang tergantung seperti pakaian gelap yang bergelantungan di ruangan yang tidak terang, kelambu, kopiah, dan pada tempat-tempat gelap, lembab dan sedikit angin. di dalam rumah.

Tempat perkembangbiakan:

Tempat tersebut berupa

1) Tempat penampungan air (TPA) yaitu tempat menampung air guna keperluan sehari-hari seperti drum, tempayan, bak mandi, bak WC dan ember.

2) Bukan tempat penampungan air (non TPA) yaitu tempat-tempat yang biasa digunakan untuk menampung air tetapi bukan untuk keperluan sehari-hari seperti tempat minum hewan piaraan, kaleng bekas, ban bekas, botol, pecahan gelas, vas bunga dan perangkap semut.

3) Tempat penampungan air alami (TPA alami) seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, kulit kerang, pangkal pohon pisang dan potongan bambu.

Demikian lah sekelumit tentang nyamuk DBD aedes aegypty , semoga bermanfaat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Penyakit Demam Berdarah Dengue
Pilihan Bahasa